TUGAS BASIS DATA 2 ENTITY-RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

 


Ini adalah tugas ERD Tahapan Conseptual pada pertemuan ke-2 mata kuliah basis data.

1. Apa Itu Attribute Dalam ERD?

    Dalam Entity-Relationship Diagram (ERD), atribut adalah elemen yang memberikan detail atau karakteristik tambahan tentang suatu entitas atau hubungan. Entitas sendiri adalah objek utama yang disimpan dalam database, seperti pelanggan atau produk, dan atribut adalah rincian yang menjelaskan atau memberikan informasi tambahan tentang entitas atau hubungan tersebut.

Contoh Sederhana Dari Attribute:

    Attribute sebagai karakterisktik entitas: Attibute menggambarkan informasi spesifik tentang suatu entitas. MIsalnya, untuk entitas pelanggan, attributenya bisa berupa:

  • Nama pelangan ( untuk menyimpan nama orang )
  • Alamat ( untuk menyimpan alamat mereka )
  • Email ( untuk menyimpan email mereka )
  • Nomor Telepom ( untuk menyimpan nomor telepon mereka )
Jadi, setiap attribute membantu menjelaskan informasi yang relevan terkait entitas tersebut.

Jenis-Jenis Attribute dalam ERD:

    Dalam ERD, ada beberapa jenis atribut yang sering digunakan:
  • Attribute sederhana (Simple Attribute): Ini adalah atribut yang tidak dapat dipecah lagi. Misalnya, nama depan
  • Attribute Komposit (Composite Attribute): Attribute ini bisa dipecah menjadi beberapa bagian. Misalnya, alamat yang bisa teridiri dari jalan, kota, dan kode pos
  • Attribute Multivalue (Multivalueed Attribute): Attribute yang bisa memiliki lebih dari satu nilai. Misalnya, seorang pelanggan bisa memiliki lebih dari satu nomer telepon
  • Attribute Kunci (Key Attribute): Attribute yang digunakan untuk mengidentifikasikan entitas secara unik, seperti ID pelanggan.
Representasi Attribute dalam ERD: Di diagram ERD, attribute biasanya digambarkan sebagai elips yang dihubungkan dengan persegi panjang yang mewakili entitas atau hubungan. Attribute kunci biasanya digarisbawahi untuk menunjukan bahwa mereka digunakan untuk mengidentifikasi entitas secara unik.

Kenapa Attribute Penting dalam ERD?

    Attribute sangat penting karena mereka membantu kita mendapatkan informasi detaik yang dibutuhkan dari setiap entitas atau hubungan. Tanpa attribute, kita hanya akan tahu " apa "
entitasnya, tetapi tidak tahu " detail " entitasnya. Attribute membantu kita melakukan pencarian atau analisis yang lebih spesifik.

Contoh dalam ERD:

    Jika kita membuat ERD untuk sistem perpustakaan entitasnya dapat berupa buku, dengan attribute seperti judul, penulis, tahun terbit, dan ISBN. Fitur-fitur ini memberikan informasi lebih lanjut tentang entitas buku. Kita dapat merancang basis data yang lebih efisien dan terstruktur dengan baik dengan memahami fitur ERD.

2. Apa Itu Entitas Dalam ERD?

    Entitas adalah objek atau hal yang ingin kita simpan informasinya dalam basis data. ini bisa berupa hal yang nyata (seperto orang, barang, atau mobil) atau abstrak (seperti transaksi, proyek, atau reservasi). Setiap entitas memiliki fitur yang memungkinkan penjelasan lebih lanjut tentangnya.

Contoh Entitas:
  • Dalam sistem perpustakaan: buku, anggota, dan peminjaman bisa menjadi entitas.
  • Dalam sistem toko online: pelanggan, produk, dan pesanan.
Jenis-Jenis Entitas:

1. Entitas Kuat (Strong Entity): Ini adalah entitas independen yang tidak tergantung pada entitas lain. Misalbya, produk atau pelanggan adalah entitas kuat karena memiliki kunci utama (Primary Key) yang bisa mengidentifikasinya secara unik.

2. Entitas Lemah (Weak Entity): Entitas ini tidak memiliki kunci utama yang unik, entitas ini bergantung pada entitas lain untuk eksis. Misalnya, item pesanan dalam sistem e-commerce bergantung pada pesanan utama karena item pesanan dapat menjadi tidak unik tanpa pesanan induknya. 

Kenapa Entitas Penting?

    Entitas sangat penting karna mereka membantu menentukan cara data disimpan dalam basis data. Setiap entitas menunjukan objek utama yang perlu disimpan informasinya, seperti pelanggan atau produk. Dengan mengidentifikasi entitas, kita dapat memastikan bahwa data terorganisir dengan baik dan disimoan dalam tabel yang tepat. ini memungkinkan sistem basis data untuk menyimpan dna mengelola informasi secara terstruktur, konsisten, dan efisien. Tanpa entitas yang didefiniskan dengan baik, struktur data akan kacau dan sulit dikelola.

3. Apa itu Relasi Dalam ERD?

    Relasi adalah hubungan antara dua atau lebih entitas. Relasi menunjukan bagaimana entitas-entitas ini saling terhubung satu sama lain didlam sistem. Dalam ERD, relasi biasanya diwakili dengan rombongan ( diamond shape ) dan dihubungkan ke entitas dengan garis.

Contoh Relasi:
  • Dalam sistem perpustakaan: Relasi antara anggota dan buku bisa berupa relasi " meninjam ". Seorang anggota dapat meminjam beberapa buku.
  • Dalam sistem toko online: Relasi antara pelanggan dan pesanan adalah " membuat ", karena seorang pelanggan dapat membuat banyak pesanan.
Jenis-Jenis Relasi:
  • One-to-One (1:1): Setiap entitas di satu sisi relasi hanya bisa berhubungan dengan satu entitas di sisi lain. Contohnya, Seorang karyawan hanya memiliki satu nomor induk karyawan (NIK), dan satu NIK hanya dimiliki oleh satu karyawan.
  • One-to-Many (1) : Setiap entitas di satu sisi relasi bisa berhubungan dengan banyak entitas di sisi lain. Contohnya, seorang pelanggan bisa membuat banyak pesanan, tetapi setiap pesanan hanya dibuat oleh satu pelanggan.
  • Many-to-Many (M) : Setiap entitas dikedua sisi relasi bisa berhubungan dengan banyak entitas di sisi lain. Contohnya, dalam sistem universiras, seorang mahasiswa bisa mengambil banyak mata kuliah, dan satu mata kuliah, dan satu mata kuliah bisa di ambil oleh banyak mahasiswa.
Mengapa Many-to-Many tidak baik digunakan?

    Relasi Many-to-Many tidak ideal digunakan dalam desain basis data karena beberapa alasan:
  1. Kehilangan integritas Data : Tanpa pengaturan yang jelas, data bisa menjadi duplikat atau tidak konsisten.
  2. Kesulitan Pengelolaan Data : Relas M:M membutuhkan tabel penghubung yang bisa menjadi sangat besar dan sulit dikelola jika data banyak.
  3. Pengaruh pada kinerja: Proses JOIN beberapa tabel, termasuk tabel penghubung, bisa memperlambat query dan pemrosesan data.
  4. Redundansi dan Pemborosan Ruang : Data yang tidak terorganisir dengan baik dalam tabel penghubung bisa menyebabkan pemborosan ruang penyimpanan.
Kenapa Relasi Penting?

    Relasi penting karena mereka menjelaskan bagaimana entitas-entitas tersebut berhubungan satu sama lain dalam basis data. Relasi membantu menghubungkan berbagai entitas dan memastikan bahwa data dapat ditelusuri dan diproses dengan benar. Misalnya, relasi antara pelanggan dan pesanan membantu mengidentifikasi pesanan mana yang dibuat oleh pelanggan tertentu. Tanpa relasi yang jelas, basis data akan sulit dipahami dan interaksi antar data tidak akan terorganisir dengan baik. Relasi memungkinkan data untuk diambil, dikelola, dan di proses dengan lebih efisien.

Informasi Lebih Lanjut Tentang Universitas Buana Perjuangan:

Komentar

Postingan Populer